Selasa, 22 Februari 2022

Menuju Indonesia Peduli Sampah

Oleh : Angelia Prasticia


        Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang sedang hangat dibicarakan sekarang ini adalah masalah sampah. Pasalnya, Indonesia merupakan negara kedua terbesar penghasil sampah setelah Tiongkok. 


        Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Tahun 2019 telah menyatakan bahwa Indonesia sedang masa darurat sampah plastik. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya ikan yang sudah mengandung microplastic, yaitu berjumlah 70%. Hal tersebut tentunya mempengaruhi kualitas ikan serta kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

        Indonesia dapat menghasilkan 7,2 juta ton sampah plastik per tahun. Selain itu, 32% dari sampah tersebut belum dapat dikelola dengan baik. Fakta tersebut terekam oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dipertengahan tahun 2019.

Ada banyak dampak sampah plastik bagi lingkungan, diantaranya :
1. Berbahaya bagi keberlangsungan rantai makanan
2. Mencemari air dan tanah
3. Tanah menjadi tidak subur
4. Pemanasan global
5. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
6. Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
7. Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun. Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
8.Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.


        Plastik merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam pembuatan segala perlengkapan yang dibutuhkan oleh manusia. Penggunaan bahan plastik dalam kehidupan sehari-hari tentu akan menimbulkan penimbunan sampah dalam jumlah yang besar. Sedangkan menurut sifatnya plastik cenderung kuat dan tidak mudah rusak oleh pelapukan. Pembuangan sampah yang tidak bijaksana tentu akan berdampak terhadap kelangsungan ekosistem. Hal ini dikarenakan pembuangan sampah-sampah tersebut akan bermuara di laut sehingga perlu adanya sebuah pengelolaan sampah yang ramah lingkungan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak negatif dari sampah plastik.

        Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

        Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.

    Di Indonesia, untuk menanggulangi sampah beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi. Selain pembakaran, ada juga yang ditimbun di TPA, dikubur, dibuat kompos dan daur ulang.

        Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle), serta mungkin perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan plastik.

Sumber : https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/dampak-plastik-terhadap-lingkungan-31


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menuju Indonesia Peduli Sampah

Oleh : Angelia Prasticia           Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah yang sedang hangat dibicarakan sekarang ini ad...